Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 September 2008

malaria

MALARIA

Seorang ibu bercerita, kehilangan salah satu saudaranya.
Awalnya dia hanya mengeluh tidak enak badan, panas tinggi semalam,
Keesokannya sehat kembali, namun dia mengeluh demam dan menggigil,
kemudian dia dikerokin. Karena penyakitnya tidak kunjung sembuh, dia
dibawa ke dokter umum. Namun beberapa hari kemudian, dia masuk ke RS
dengan diagnosa penyakit darah [trombosit rendah sekali]. Mulanya dokter mengira demam berdarah, setelah dites, ternyata
negatif. Kemudian ketahuan terjadi pembengkakan hati. Empat hari di
RS, penyakitnya masih belum terdiagnosa. Baru di hari ke-5, kondisinya
menurun sekali dan langsung masuk ICU! Rupanya dia terkena MALARIA. Namun karena kondisinya sudah sangat parah, jiwanya tidak tertolong lagi.


INFORMASI MENGENAI PENYAKIT MALARIA

Malaria disebabkan oleh parasit darah [bukan bakteri atau virus]
bernama Plasmodium sp. (P.falciparum, P. vivax, P. ovale, and P.
malariae). Penyakit ini disebarkan oleh nyamuk, yang kalau menghisap
darah orang sakit, dapat menularkannya ketika menghisap darah orang
lain. Di dalam badan si nyamuk, parasitnya berkembang selama
seminggu. Jadi kalau keluarga kita ada yang terkena malaria, dan si
nyamuk masih di berkeliaran di situ, bisa jadi kita digigit oleh
nyamuk yang sama, kita bisa kena Malaria juga.

Gejala penyakit ini (flu, menggigil, demam, pusing, pegel-pegel,
lemas) bisa muncul 10 hari sampai 4 minggu kemudian. Dua jenis
malaria (P. vivax and P. ovale) bisa ngendon di hati beberapa bulan
sampai 4 tahun, oleh karena itu si penderita bisa sakit malaria lagi,
meski tidak tergigit oleh nyamuk lain lagi. **

Periode panas-menggigil sesuai dengan siklus hidup parasit malarianya.
Demam malaria khas sekali, mula-mula menggigil 20 - 60 menit (cold
stage), diikuti dengan hot stage, panas dengan suhu 40°C - 41.7°C
selama 3 - 8 jam, lalu wet stage atau berkeringat.
P. malariae menyebabkan malaria quartana : demam timbul mulai hari ke
tiga dan biasanya teratur. Parasit ini bisa menyerang ginjal (acute
hemorrhagic nephritis), urine jadi keruh, kemerahan.
P. vivax dan P. ovale menyebabkan malaria tertiana : demam timbul
dengan periode 48 - 72 jam. Paling ringan dibanding malaria yang
lainnya (jarang fatal) tetapi termasuk yang bandel dengan pengobatan.
P. falciparum menyebabkan malaria falciparum : malaria yang paling
berat, sikalausnya sudah tidak terlihat lagi, demam bisa timbul kapan
saja. Parasit malaria bisa menginfeksi semua organ penting, dari
hati, limpa, paru-paru, ginjal sampai otak.

Nah, kalau hendak bepergian ke daerah-daerah yangg masih ada penyakit
malaria, sebaiknya minum obat dulu, quinine atau kita kenal sebagai
kina yang pahit itu. Ini bisa membantu mencegah kita kena malaria,
kalau sampai digigit oleh si nyamuk pembawa parasit itu.

BERBAGI CERITA TENTANG MALARIA

Pengalaman temanku, kasusnya sama dengan saudara tersebut, dari Anyer
dia sakit badannya panas, terus masuk rumah sakit. Disana dia
dinyatakan kena Tipus, makin hari makin parah dan masuk ICU, keluarga
semuanya sudah pasrah sampai sudah dipanggilkan Pendeta ke RS untuk
berdoa karena badan sudah membiru semua dan menggigil berat barulah
ketahuan terkena malaria. Aduh. keluarganya bener-bener marah banget
dengan dokter-dokter disana kenapa anaknya itu seperti kelinci
percobaan, diagnosa dokter macam-macam tentang penyakitnya. Untung
dia masih diberkati Tuhan, begitu ketahuan penyakitnya langsung
ditangani dengan serius dan sekarang dia sehat walafiat.

Lain lagi cerita ini. Seorang teman menggigil. Langsung masuk RS,tapi
juga tidak langsung ketahuan kalau malaria, beruntung dokter yang
menangani itu dokter TNI, jadi udah pengalaman di daerah yang pernah
wabah malaria. Ternyata kalau malaria itu, baru bisa terdeteksi kalau
ngambil sampel darahnya pas orangnya menggigil. Kalau penderita tidak
dalam keadaan menggigil maka tidak akan terdeteksi. Jadi, kalau ada
kenalan yang menggigil, demam tinggi tapi pas diperiksa darah tidak
terdeteksi malaria, coba diambil darahnya pas menggigil.

Ternyata malaria itu bahaya banget ya! Dulu waktu masih di
Balikpapan, aku punya pembantu yang tadinya transmigran dari Jawa.
Dia ini punya riwayat malaria. Jadi kadang-kadang sebulan sekali
kalau lagi kambuh sampai menggigil dan teriak-teriak gitu. Aku tidak
terlalu ingat karena aku masih SD, tapi Mama pernah cerita kalau dia
itu pernah terserang Malaria. Apa iya malaria itu bisa kambuh sewaktu-
waktu???

Kamis, 31 Juli 2008

Rambut beruban

Rambut kita mempunyai pigmen (zat warna) yang disebut Melanin. Melanin dibuat oleh sel yang disebut Melanosit, letaknya persis dipangkal rambut dan dibagian dasar dari lapisan kulit terluar.

Jika pigmen tidak lancar berproduksi, helai rambut kita akan berubah menjadi putih yang sering kita sebut UBAN. Uban sering dikaitkan dengan bertambahnya usia, tetepi sekarang banyak juga anak muda yang sudah beruban.

Penyebab timbulnya UBAN :

1. Genetik/keturunan

Jika ayah/ibu kita beruban sejak usia 30 tahunan, ada kemungkinan kita akan beruban pada usia tersebut pula. Ada juga orang yang sudah berusia 50 tahun, tapi rambutnya masih hitam karena faktor keturunan tersebut.

2. Stres

Stres berlebihan bisa menguras cadangan vitamin B12 dari badan. Kekurangan vitamin ini mempercepat tumbuhnya rambut putih. Tapi hal ini bersifat sementara. Bila tubuh sudah tidak mengalami stres, produksi pigmen pun kembali lancar dan rambut kembali hitam.

3. Sakit keras

Sakit keras bisa memperlambat produksi melanin sehingga muncul uban. Bila kondisi membaik, rambut hitam tumbuh kembali.

4. Gizi buruk

Asupan makan yang kurang seimbang juga mempengaruhi kesehatan rambut. Ini menyebabkan rambut tumbuh kemerahan, beruban, dan rusak. Kurang gizi bisa membuat jumlah enzim pembentuk pigmen berkurang. Kurang darah juga bisa menyebabkan rambut beruban.

5. Merokok

Merokok menghambat aliran zat2 gizi yang dibutuhkan tubuh dan dibawa dalam peredaran darah.

6. Zat kimia

Penggunaan sampo, minyak rambut, cat rambut yang kandungan zat kimianya tinggi, sangat mempengaruhi kesehatan rambut. Minyak dan cat rambut meresap kedalam pori-pori kulit kepala, sehingga mempengaruhi produksi pigmen.

7. Zat pengawet

Makanan yang mengandung bahan pengawet, pewarna, gula sintetis, dan bahan kimia lainnya, juga mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan rambut.

Hmmm.. dari ke 7 faktor diatas, sepertinya : stres, gizi buruk, zat kimia, dan zat pengawet yang menyebabkan timbulnya uban2 dirambutku..hehe.

Kalau keturunan sepertinya tidak, karena ortu beruban ya setelah usia lanjut, normal-lah. Trus sakit keras juga tidak (jangan sampe), kalo merokok? sudah berhenti tuh…

Jadi…. jika kita mau ga cepet2 beruban :

*Rajinlah berolahraga, biar peredaran darah lancar. Badan sehat, rambut tumbuh hitam, lebat dan bercahaya.

*Banyak makan sayur yang mengandung vitamin A dan C (bayam, tomat, wortel, brokoli, paprika, dll) yang baik untuk pertumbuhan rambut.

*Banyak makan buah yang mengandung vitamin C (pepaya, mangga, jeruk, anggur, stroberi, dll)

*Perbanyak minum air putih.

*Berpikir positif. Hidup sudah susah… jangan tambah dibuat susah…hehe.

Senin, 14 Juli 2008

KATARAK

Apakah Katarak Itu ?
Katarak adalah perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina. Jumlah dan bentuk kekeruhan pada setiap lensa mata dapat bervariasi.
Seorang penderita katarak mungkin tidak menyadari telah mengalami gangguan katarak apabila kekeruhan tidak terletak dibagian tengah lensa matanya. Katarak terjadi secara perlahan-perlahan sehingga penglihatan penderita terganggu secara berangsur. Katarak tidak menular dari satu mata ke mata yang lain, namun dapat terjadi pada kedua mata pada saat yang bersamaan. Katarak tidak disebabkan oleh pemakaian mata yang berlebihan dan tidak mengakibatkan kebutaan permanen apabila diatasi dengan pengobatan atau operasi. Gejala umum gangguan katarak meliputi :
  • Penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek.
  • Peka terhadap sinar atau cahaya.
  • Dapat melihat dobel pada satu mata.
  • Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca.
  • Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu.

Apakah Penyebab Katarak ?

Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Usia rata-rata terjadinya katarak adalah pada umur 60 tahun keatas.

Akan tetapi, katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. Penyebab katarak lainnya meliputi :
  • Faktor keturunan.
  • Cacat bawaan sejak lahir.
  • Masalah kesehatan, misalnya diabetes.
  • Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid.
  • Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama.
  • Operasi mata sebelumnya.
  • Trauma (kecelakaan) pada mata.
  • Faktor-faktor lainya yang belum diketahui.

    Bagaimana Mendeteksi Katarak ?

    Melalui pemeriksaan menyeluruh dokter spesialis mata dapat mendeteksi katarak atau penyebab lain kekeruhan pada lensa dan gangguan pada mata. Masalah lain pada mata, misalnya kornea, retina dan saraf penglihatan, mungkin akan tetap mengganggu penglihatan setelah operasi katarak. Apabila tidak memberikan hasil yang lebih baik pada penglihatan, operasi katarak mungkin tidak direkomendasikan. Dokter spesialis mata akan menjelaskan berapa banyak perbaikan penglihatan akan dicapai setelah operasi katarak.

    Apakah Katarak Dapat Mengganggu Penglihatan Dengan Cepat ?

    Kecepatan gangguan katarak pada seseorang tidak dapat diprediksi, karena katarak pada setiap individu berbeda, bahkan perkembangannyapun berbeda antara satu mata dengan mata sebelahnya. Gangguan penglihatan yang disebabkan oleh katarak akan lebih cepat dengan bertambahnya usia seseorang. Akan tetapi pada penderita diabetes, walaupun masih berusia muda, katarak akan mengganggu penglihatan lebih cepat.

    Bagaimana Mengatasi Katarak ?

    Katarak hanya dapat diatasi melalui prosedur operasi. Akan tetapi jika gejala katarak tidak mengganggu, tindakan operasi tidak diperlukan. Kadang kala cukup dengan mengganti kacamata. Hingga saat ini belum ada obat-obatan, makanan, atau kegiatan olah raga yang dapat menghindari atau menyembuhkan seseorang dari gangguan katarak. Akan tetapi melindungi mata terhadap sinar matahari yang berlebihan dapat memperlambat terjadinya gangguan katarak. Kacamata gelap atau kacamata reguler yang dapat menghalangi sinar ultraviolet (UV) sebaiknya digunakan ketika berada diruang terbuka pada siang hari.

    Kapankah Operasi Dilakukan ?

    Tindakan operasi perlu dilakukan apabila katarak telah menyebabkan hilangnya penglihatan atau mengganggu kegiatan rutin sehari-hari. Operasi katarak cukup dilakukan dengan bius lokal atau tetes dan tanpa memerlukan rawat inap.

    Apa Yang Diharapkan Dari Operasi Katarak ?

    Operasi cukup dengan bius lokal atau tetes, dan tanpa harus menjalani rawat inap. Lensa keruh diangkat dan digantikan dengan lensa buatan yang ditanam secara permanen. Dokter spesialis mata melakukan prosedur ini dengan menggunakan peralatan operasi berteknologi tinggi dengan teknik fakoemulsifikasi (tanpa jahitan). Tingkat keberhasilan operasi katarak cukup tinggi. Lebih dari 95% tindakan operasi menghasilkan perbaikan penglihatan apabila tidak terdapat gangguan pada kornea, retina, saraf mata atau masalah mata lainnya. JEC menggunakan alat IOL Master untuk meningkatkan ketepatan ukuran lensa tanam yang digunakan. Perlu diketahui, komplikasi walaupun sangat jarang, dapat terjadi pada saat operasi maupun setelah operasi. Jika terdapat gangguan pada mata sekecil apapun setelah operasi, segera menghubungi dokter spesialis mata. Pada sebagian besar orang yang telah menjalani operasi katarak, kapsul atau selaput dimana lensa intraokular terpasang dapat menjadi keruh.
    Diperlukan terapi laser untuk membuka kapsul yang keruh ini, sehingga penglihatan menjadi jelas kembali. Kesimpulan Katarak adalah penyebab umum berkurangnya penglihatan, khususnya terjadi pada manusia usia lanjut yang dapat diatasi. Dokter spesialis mata dapat mengetahui apakah katarak atau masalah lainnya yang menjadi penyebab hilangnya penglihatan, dan apakah tindakan operasi diperlukan untuk mengatasi gangguan katarak.

Minggu, 15 Juni 2008

Waspada Leptospirosis, Jauhi Genangan Air

Di musim hujan ini sejumlah bibit penyakit gampang berbiak. Selain wabah demam berdarah yang sudah memakan korban jiwa, masyarakat Jakarta juga harus mewaspadai berbiaknya parasit leptospira (leptospyra batavie) yang menyebabkan penyakit leptospirosis. "Di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, sudah tujuh pasien yang menderita penyakit leptospirosis," kata Evy Zelvino, kepala Hubungan Masyarakat Dinas Kesehatan Jakarta kepada Tempo via sambungan t telepon, Rabu (26/1).


Di musim hujan ini, penyebaran penyakit sangat mudah, Karena itu, "Kewaspadaan harus lebih ditingkatkan sebab sejumlah penyakit seperti leptospirosis dan demam berdarah, penyebarannya disaranai oleh air yang tergenang," kata Dr. Widayat Joko Santoso, spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo kepada Tempo, Rabu (26/1). Nah, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan tengah merawat tujuh pasien yang menderita penyakit leptospirosis.

Menurut Widayat, leptospirosis atau kita kenal sebagai penyakit kencing tikus (karena berasal dari kotoran hewan yakni air kencing tikus) amat mungkin terjadi di musim hujan seperti sekarang ini. Parasit leptospira (sejenis cacing) ini berbentuk seperti spiral dan berukuran sangat kecil tetapi lebih besar dari bakteri dan virus. Penyakit ini bisa menyerang hewan dan manusia, serta dapat hidup di air tawar dalam jangka lama. "Di RSCM sendiri sudah ada kasus dan saat ini sedang dirawat," kata dokter spesialis ini. Pasien yang dirawat di RSCM karena leptospirosis ini bahkan sudah mengalami gagal ginjal sehingga harus menjalani pencucian darah.

Tapi, "Kami belum tahu apakah karena dia kronis ginjal ataukah akut karena leptospirosis," kata Widayat. Menurutnya pasien yang dikatakan akut menderita leptospirosis akan mengalami komplikasi penyakit dalam, diantaranya gagal ginjal dan gagal hati (lever). "Dia (leptospira) masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak di ginjal (saluran kencing) kemudian balik ke dalam darah menyerang lewat pembuluh darah," kata Widayat lagi.

"Gejala klinis yang tampak dari penderita leptospirosis seperti layaknya demam yang lain kemudian mata kekuningan dengan semburat pembuluh darah matanya kemerahan," kata dokter ahli ini. Uji darah dengan serum anti leptospira di laboratorium akan memungkinkan terhindarnya kesalahan diagnosa.

Pada stadium awal manusia yang terserang mengalami demam tinggi, badan mengigil seolah kedinginan, lesu, dan perut eneg, muntah, radang mata seperti iritasi, dan rasa nyeri pada otot betis. Jika betisnya disentuh pasti kesakitan. Gejala itu akan tampak antara empat sampai sepuluh hari setelah tertular.

Kemudian pada stadium kedua, parasit ini membentuk antibodi dalam tubuh penderita, dengan indikasi klinis yang lebih berat dari pada stadium awal. Stadium ini terjadi antara minggu kedua dan keempat. Jika makin parah efeknya akan ke mana-mana seperti pada ginjal (akan mengakibatkan gagal ginjal),jantung yang terkena akan berdebar tidak teratur, membengkak dan gagal jantung. Pembuluh darah mengalami kebocoran dan akibatnya di saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan saluran genitilia terjadi pendarahan.

Reservoir atau pembawa parasit leptospira adalah tikus. "Mereka hidup di saluran kencing tikus dan terbuang digenangan," lanjut Widayat. Parasit ini tidak berbahaya bagi vektor (hewan pembawa) tetapi bisa jadi mematikan untuk manusia. Penularan di tempat kering kemungkinannya kecil terjadi juga penularan langsung dari manusia ke manusia lain jarang sekali terjadi.

Namun, banyak jenis hewan yang bisa menjadi perantara tidak hanya tikus. Bebeberapa hewan lain, seperti babi, anjing, kambing, kuda, kucing, kelelawar dan jenis serangga tertentu juga bisa.

Paling mudah, parasit ini masuk melalui permukaan tubuh yang terbuka. "Apalagi luka. Mereka masuk karena kulit yang terendam lama jadi lembek lunak dan parasit jadi mudah masuk," kata Widayat. Manusia bisa terinfeksi Leptospira melalui kontak dengan air tanah atau tanaman yang telah dikotori air seni hewan.

Masa inkubasinya relatif cepat anatara empat sampai sepuluh hari. "Cepat tidaknya penularan tergantung tiga faktor yaitu hause atau orangnya, kemudian agennya (kuman) dan lingkungannya sendiri," kata Widayat. Orang yang dalam kondisi lemah, perut lapar, stres mudah kena penyakit apalagi lingkungan yang tidak bersih dan memungkinkan parasit ini berada.

Rabu, 11 Juni 2008

Diabetes Melitus

pManusia perlu makan. Lalu makanan itu dapat terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak. Glukosa adalah unit satuan karbohidrat yang terkecil. Dalam tubuh manusia, glukosa dipergunakan untuk membentuk energi. Jika berlebih maka tugas insulin, suatu enzim dalam tubuh manusia, untuk menyimpan kelebihan gula dalam darah ke bentuk cadangan di hati, otot dan organ lainnya.

Jika proses diatas berlangsung seimbang, maka kelebihan glukosa dalam tubuh manusia tidak akan menimbulkan penyakit. Tapi jika kadar insulin rendah, atau insulin tidak diproduksi maka ini dapat menyebabkan kadar glukosa menumpuk dalam darah atau yang lebih dikenal dengan sakit gula.

Sakit gula, atau yang dalam istilah medis dikenal dengan diabetes melitus, bisa dialami siapa saja, baik yang kurus atau yang gemuk, baik yang muda atau yang tua, baik wanita atau pria. Diabetes melitus (yang selanjutnya disingkat DM), seperti halnya penyakit lain, juga menimbulkan gejala. Gejala tersebut ada yang khas, atau disebut juga gejala klasik, dan gejala yang tidak khas.

Gejala klasik dari DM antara lain berat badan menurun, banyak buang air kecil (poliuria), banyak minum (polidipsi) dan banyak makan (polifagi). Gejala tidak khas dapat berupa kesemutan, gangguan penglihatan, gatal, gangguan ereksi atau keputihan.
Disamping itu, didapatkan juga beberapa faktor yang berpotensi mengakibatkan seseorang menderita DM. Faktor-faktor tersebut dikenal dengan faktor risiko DM, diantaranya:

1. usia > 45 tahun
2. kegemukan
3. hipertensi
4. riwayat keluarga DM
5. riwayat melahirkan bayi dengan BB > 4kg
6. riwayat DM pada saat kehamilan
7. penderita PJK (penyakit jantung koroner), TBC, hipertiroidisme
8. kadar lipid yang tinggi

Berdasarkan patofisiologinya DM terbagi menjadi 2 tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2 (yang selanjutnya akan dibahas lebih banyak). DM tipe 1 diakibatkan kerusakan dari sel-sel penghasil insulin sedang DM tipe 2 dikarenakan resistensi insulin ataupun berkurangnya sekresi insulin. Selain dua kelompok besar DM tadi, dikenal juga DM tipe lain (yaitu akibat obat, akibat infeksi, akibat imunologi dll) serta DM pada saat kehamilan.

***

Jika seseorang memiliki gejala diatas, atau memiliki faktor risiko DM, disarankan untuk memeriksa kadar gula darahnya. Kadar gula darah puasa yang normal adalah <110 style="font-style: italic;">Bagaimana menegakkan diagnosis DM?
Jika seseorang memiliki gejala klasik DM maka gula darah sewaktu ≥200 mg/dl atau gula darah puasa ≥126 mg/dl sekali saja cukup untuk menegakkan diagnosis DM.
Jika keluhan tidak khas, perlu 2 kali pemeriksaan gula darah yang menunjukkan gula darah sewaktu ≥200 mg/dl atau gula darah puasa ≥126 mg/dl.

Lalu apa yang bisa dilakukan jika telah terdiagnosa DM?
Yang harus dilakukan adalah kelola kadar gula darah yang berlebih dalam tubuh kita

Mengapa pengelolaan kadar gula darah harus dilakukan?
Hal ini dilakukan untuk mencegah komplikasi yang mungkin timbul, baik itu komplikasi akut ataupun komplikasi menahun.
Komplikasi akut antara lain :
Hipoglikemi
Gejala hipoglikemia:
* Lapar, mual, tekanan darah turun
* Lemah, lesu, sulit bicara
* Keringat dingin
* Tidak sadar dengan atau tanpa kejang
Komplikasi akut lainnya adalah terjadinya penurunan kesadaran yang tiba-tiba (pingsan) atau yang dalam istilah medis dikenal dengan keadaan koma diabetikum.
Sedangkan komplikasi menahun dapat mengenai mata (retinopati diabetikum), ginjal (gagal ginjal), persarafan (neuropati), pencernaan (diare, konstipasi), saluran kemih (disfungsi seksual), jantung(gagal jantung) dan ekstrimitas (ulkus)

Kapan pengelolaan kadar gula darah harus dilakukan?
Sedini mungkin, setelah terdiagnosa sebagai penderita DM

Bagaimana pengelolaan kadar gula darah yang baik?
Hal ini dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Perencanaan makan
Makan dianjurkan seimbang dengan komposisi energi dari karbohidrat 60-70%, protein 10-15%, lemak 20-25%.
Prinsip perencanaan makanan
* Tidak ada makanan yang dilarang, hanya dibatasi sesuai kebutuhan (tidak berlebih).
* Menu sama dengan menu keluarga, gula dalam bumbu tidak dilarang.
* Serta teratur dalam jadwal, jumlah dan jenis makanan (3J)
Prinsip pembagian porsi makanan sehari-hari
* Disesuaikan dengan kebiasaan makan dan diusahakan porsi tersebar sepanjang hari.
* Disarankan porsi terbagi (3 besar dan 3 kecil):
1. makan pagi –makan selingan pagi
2. makan siang –makan selingan siang
3. makan malam-makan selingan malam
(hal ini untuk mencegah terjadinya hipoglikemia terutama bagi yang menggunakan insulin kerja panjang)

2. Latihan jasmani

Manfaat latihan jasmani:
* Menurunkan kadar gula darah (dengan mengurangi resistensi insulin, meningkatkan sensivitas insulin)
* Menurunkan berat badan
* Mencegah kegemukan
* Mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi
Olaharaga yang bisa dilakukan diantaranya jogging, berlari, renang, bersepeda. Latihan yang dilakukan sebaiknya dilakukan berkesinambungan, dipilih yang berirama yaitu otot-otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur, dilakukan selang seling antara gerak cepat dan gerak lambat, misal: jogging diselingi jalan, jalan cepat diselingi jalan lambat
Dan latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dari intensitas ringan sampai sedang hingga mencapai 30-60 menit. Latihan hendakanya dilakukan 3x dalam seminggu
Yang perlu diperhatikan sebelum memulai latihan:
* Kenakan sepatu yang sesuai
* Beri asupan makanan dan cairan yang cukup
* Lakukan peregangan dan pemanasan saat memulai dan mengakhiri selama 5-10 menit
* Hindari berlatih pada suhu terlalu panas/dingin
* Jangan teruskan bila ada gejala hipoglikemia
Strategi menghindari hipoglikemia:
* Periksa glukosa darah sebelum dan sesudah latihan dalam kurn waktu 30 menit untuk Mengetahu gula darah stabil atau tidak
* Latihan sebaiknya dilakukan 1-3 jam setelah makan

3. Menggunakan obat penurun gula darah

Berbagai jenis obat dengan berbagai efek kini dapat kita temui di kalangan masyarakat. Pemakaiannya bertahap mulai dari obat yang diminum hingga penggunaan insulin. Penggunaan insulin biasanya dilakukan oleh penderita DM tipe 1, dimana insulin sama sekali tidak dihasilkan tubuh. Sedangkan pada penderita DM tipe 2, dimana defek terletak pada fungsi insulin bukan pada jumlah insulin, penggunaan insulin biasanya dilakukan setelah efek yang diinginkan tidak dapat dicapai hanya dengan menggunakan obat yang diminum.