Tidur bagi manusia adalah hal yang sangat penting, karena tidur mengendalikan irama kehidupan kita sehari-hari. Jika kita kurang tidur atau mengalami gangguan dalam tidur, maka hari-hari kita akan menjadi lambat dan kurang bergairah. Sebaliknya tidur yang cukup dan berkualitas akan membantu kita memiliki energi dan gairah dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Setiap manusia menghabiskan seperempat sampai sepertiga dari kehidupannya untuk tidur. Menurut penelitian, hampir setiap manusia pernah mengalami masalah tidur. Satu dari tiga orang dilaporkan mengalami gangguan tidur dan satu dari sembilan orang memiliki masalah tidur yang cukup serius. Karena beberapa masalah tidur dapat diatasi oleh individu yang bersangkutan dan yang lain memerlukan bantuan dokter, maka diagnosis diri (self diagnosis) menjadi sangat penting.
Pengelola rubrik:
Aribowo Prijosaksono
dan Roy Sembel
Buku Applications in Self-Management (Brian T. Yates, 1986) memberikan daftar untuk mendiagnosis masalah tidur. Anda mungkin memiliki masalah tidur jika beberapa dari hal-hal berikut terjadi pada anda:
• Anda merasa lelah dan tertekan pada waktu pagi hari atau malam hari.
• Anda memiliki lingkaran gelap dan membengkak di sekitar mata anda.
• Anda jatuh tertidur di pesta atau setelah makan malam di rumah orang.
• Anda kurang aktif dan memiliki sedikit hubungan sosial.
• Anda merasa seperti kehilangan fokus perhatian yang membuat anda tidak dapat merespon rangsangan dari luar dan membuat anda sensitif terhadap hal lainnya.
• Anda sangat sensitif terhadap rangsangan internal seperti sakit perut (maag) atau kejang-kejang.
• Anda sering tidak dapat tidur, tidur tidak nyenyak ataupun bangun terlalu dini.
• Anda takut menghadapi malam hari karena anda susah tidur.
• Anda mudah tersinggung atas hal-hal yang tidak penting.
• Anda mengkonsumsi obat-obat tidur dalam beberapa bulan terakhir.
• Anda sering menggunakan rokok, alkohol atau obat-obatan untuk menenangkan diri dan membantu anda untuk tidur.
• Anda kecanduan obat-obatan, terutama yang mengandung zat penenang.
Jika ada salah satu dari sejumlah daftar tersebut terjadi pada anda, maka dapat dipastikan anda telah mengalami masalah dalam tidur. Beberapa masalah tidur antara lain: insomnia, narcolepsy, hypersomnia, dan apnea. Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai masalah-masalah dalam tidur, ada baiknya kita memahami apa sebenarnya tidur itu.
Pembentukan Sel
Tidur adalah proses yang amat diperlukan oleh manusia untuk terjadinya pembentukan sel-sel tubuh yang baru, perbaikan sel-sel tubuh yang rusak (natural healing mechanism), memberi waktu organ tubuh untuk beristirahat maupun untuk menjaga keseimbangan metabolisma dan biokimiawi tubuh. Hal penting yang terjadi pada saat kita tidur adalah menurunnya frekuensi gelombang otak. Hal ini pernah kita bahas dalam edisi Mandiri sebelumnya mengenai bagaimana kita mengoptimalkan kekuatan pikiran bawah sadar. Untuk pembaca yang tertarik lebih lanjut mengenai hal ini dapat membaca buku SELF MANAGEMENT karangan Aribowo Prijosaksono dan Marlan Mardianto.
Jadi dengan memahami proses penurunan frekuensi gelombang otak, kita dapat melihat bahwa tidur memiliki beberapa tahapan, mulai dari kondisi relaksasi (gelombang alpha), tidur dengan mimpi (adanya REM – Rapid Eye Movement) atau dalam kondisi kreatif yaitu gelombang theta, dan tidur lelap tanpa mimpi pada frekuensi gelombang delta.
Jika kita dapat mengatur frekuensi gelombang otak kita sampai pada taraf gelombang delta, kita tidak memerlukan waktu tidur yang panjang, tetapi tidur yang berkualitas yaitu lelap tanpa mimpi. Jika kita sering berada dalam kondisi relaksasi, maka kita tidak memerlukan banyak tidur. Ketegangan dan stress membuat kita membutuhkan banyak tidur, namun justru dalam kondisi tersebut kita menjadi susah tidur. Teknik relaksasi atau bagaimana menurunkan frekuensi gelombang otak pernah dibahas dalam rubrik ini atau anda dapat membaca pada buku-buku self management karangan kami.
Berikut adalah sejumlah kekeliruan pandangan tentang tidur:
• Kita membutuhkan sedikitnya delapan jam tidur setiap malam.
• Setiap jumlah jam tidur yang terlewat harus digantikan agar kita dapat kembali ke kondisi normal.
• Obat tidur dapat membantu kita untuk tidur.
• Minum minuman beralkohol sebelum istirahat dapat membantu kita untuk tidur.
• Jika kita tidak bisa tidur, atau kita berbicara ataupun berjalan ketika tidur berarti kita memiliki masalah tidur yang cukup serius.
• Jika kita tidur, kita selalu bermimpi atau selalu tidur nyenyak.
• Jika kita susah tidur, tetap berbaring di tempat tidur sampai kita tertidur.
• Beberapa orang tidur tanpa bergerak sepanjang malam.
• Orang yang tidur siang adalah orang yang malas.
• Masalah tidur akan hilang dengan sendirinya jika kita mengabaikannya.
• Masalah tidur bukan masalah serius.
Berikut adalah penjelasan berbagai jenis masalah tidur. Masing-masing masalah ini berbeda cara penanganannya. Kadang-kadang beberapa masalah memerlukan campur tangan dokter ahli jiwa (psikiater).
Insomnia
Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari) mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat kembali tidur. Seringkali penderita terbangun lebih cepat dari yang diinginkannya dan tidak dapat kembali tidur. Ada tiga jenis gangguan insomnia, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia). Cukup banyak orang yang mengalami satu dari ketiga jenis gangguan tidur ini. Dalam penelitian dilaporkan bahwa di Amerika Serikat sekitar 15 persen dari total populasi mengalami gangguan insomnia yang cukup serius.
Gangguan tidur insomnia merupakan gangguan yang belum serius jika anda alami kurang dari sepuluh hari. Untuk mengatasi gangguan ini kita dapat menggunakan teknik-teknik relaksasi dan pemrograman bawah sadar. Yang penting kita harus dapat menjaga keseimbangan frekuensi gelombang otak agar sesering mungkin berada dalam kondisi relaks dan meditatif sehingga ketika kita harus tidur kita tidak mengalami kesulitan untuk menurunkan gelombang otak ke frekuensi delta.
Narcolepsy
Narcolepsy adalah gangguan tidur yang diakibatkan oleh gangguan psikologis dan hanya bisa disembuhkan melalui bantuan pengobatan dari seorang dokter ahli jiwa. Penyakit ini berbeda dengan insomnia yang terjadi secara terus menerus. Justru penderita narcolepsy ini terkena serangan secara mendadak pada saat yang tidak tepat, seperti sedang memimpin rapat – biasanya terjadi serangan pada kondisi emosi yang tegang seperti: marah, takut atau jatuh cinta. Serangan narcolepsy dapat melumpuhkan seseorang dalam beberapa menit ketika dia masih sadar dan secara tiba-tiba membawanya ke alam mimpi.
Hypersomnia
Gangguan ini adalah kebalikan dari insomnia. Seringkali penderita dianggap memiliki gangguan jiwa atau malas. Para penderita hypersomnia membutuhkan waktu tidur yang sangat banyak dari ukuran normal. Meskipun penderita tidur melebihi ukuran normal, namun mereka selalu merasa letih dan lesu sepanjang hari. Namun gangguan ini tidaklah terlalu serius dan dapat diatasi sendiri oleh penderita dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen diri.
Apnea
Apnea merupakan salah satu gangguan tidur yang cukup serius. Lebih dari 5 juta penduduk Amerika Serikat mengalami gangguan ini. Faktor risiko terkena gangguan ini antara lain: kelebihan berat badan (overweight), usia paruh baya terutama pada wanita, atau usia lanjut (lansia) yang pernah mengalami ketergantungan obat. Apnea adalah penyakit yang disebut juga ”to fall asleep at the wheel” karena sering dialami ketika penderita sedang mengemudikan mobil. Apnea terjadi karena fluktuasi atau irama yang tidak teratur dari denyut jantung dan tekanan darah. Ketika terserang, penderita seketika merasa mengantuk dan jatuh tertidur. Penderita apnea mengalami kesulitan bernafas bahkan berhenti bernafas pada saat tidur ketika terserang gangguan ini (dalam bahasa Jawa disebut ”tindihan”). Fluktuasi denyut jantung dan tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan kematian seketika pada penderita.
Perilaku Menyimpang
Gangguan tidur lainnya seperti berbicara atau berjalan dalam keadaaan tidur, ataupun menggertakkan gigi merupakan gangguan tidur yang tidak berbahaya. Namun berbahaya jika berjalan dalam tidur menemui obyek yang berbahaya (benda tajam, api, dll) atau terjatuh. Gangguan berbicara dalam tidur hanya akan mengganggu teman sekamarnya. Sedangkan menggertak gigi dapat merusak email gigi. Penyakit menggertak gigi ini disebut dengan bruxism.
Dengan mengetahui dan memahami berbagai jenis gangguan atau penyakit tidur kita dapat mengambil langkah yang diperlukan. Sepanjang masih bisa diatasi sendiri dengan teknik-teknik manajemen diri (relaksasi dan pemrograman bawah sadar, meditasi, dan pola hidup yang sehat dan seimbang), maka kita sebenarnya dapat menjadi bagian dari solusi masalah yang kita hadapi. Untuk gangguan atau penyakit yang serius seperti narcolepsy maupun apnea, kita harus berkonsultasi dengan dokter ahli, karena mengabaikan gangguan tersebut dapat berakibat fatal (mematikan) bagi penderita..
Rabu, 11 Juni 2008
Penyebab Sakit dan Gatal pada Tenggorokan
Rasa nyeri dan gatal pada tenggorokan sangat sering kita alami baik anak - anak maupun dewasa, Mengapa? selain karena tingkat polusi yang tinggi, gaya hidup aktif dan sering merokok, sering konsumsi minuman dan makanan yang kurang sehat serta berminyak, juga disebabkan karena penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) seperti "radang tenggorokan".
Sebagian besar rasa nyeri dan gatal pada tenggorokan disebabkan oleh radang tenggorokan. Untuk itu mari kita mengenal lebih jauh mengenai radang tenggorokan dan cara mengatasi rasa nyeri dan gatal pada tenggorokan yang ditimbulkannya.
Gejala radang tengorokan yang biasanya dirasakan:
1. Sakit dan gatal pada tenggorokan
2. Demam, sakit kepala
3. Sakit pada otot dan sendi.
4. Tenggorokannya berwarna merah dan meradang
Apa penyebab radang tenggorokan?
• Virus, 80 % sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, dapat menyebabkan demam
• Batuk dan pilek. Dimana batuk dan lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi.
• Virus coxsackie (hand, foot, and mouth disease ).
• Alergi. Alergi dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap).
• Bakteri streptokokus, dipastikan dengan Kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dapat ditemukan gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah – muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel.
Terapi dan pengobatan radang tenggorokan:
Penyebab Terapi dan Pengobatan
Kuman dan Bakteri (strep throat) Diperlukan antibiotik yang harus dikonsumsi secara tuntas dan kontinue selama minimal 5 hari, dengan tujuan membunuh kuman atau bakteri secara tuntas juga untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah terjadinya infeksi lanjutan yang tambah parah.
Virus, Batuk pilek dan Alergi
(sore throat) Tidak diperlukan antibiotik, namun yang diobati adalah gejala yang timbul, misalnya obat penurun panas untuk mengatasi demam dan diberikan obat anastetik untuk mengurangi rasa nyeri pada tenggorokan.
Dapat sembuh tanpa pengobatan + 3 – 7 hari, dan diperlukan istirahat yang cukup.
Kiat mengatasi Sakit Tenggorokan dengan Cepat dan Tepat…
Rasa sakit, kering dan gatal pada Tenggorokan tidak dapat cepat hilang, sehingga dapat mengganggu aktifitas kita sehari – hari. Untuk itu diperlukan penghilang rasa sakit, agar kita dapat tetap beraktifitas dengan baik dan cepat terbebas dari rasa sakit, kering dan gatal pada tenggorokan.
Tips mengatasi sakit pada tenggorokan:
• Istirahat yang cukup,
• hindari rokok dan minuman berakohol
• Hindari makanan yang digoreng dan berminyak
• Minum air putih hangat yang banyak
• Berkumur dengan air-garam hangat
• Sedia selalu Cooling 5 spray terutama bagi Anda yang rentan terhadap iritasi pada tenggorokan
Sebagian besar rasa nyeri dan gatal pada tenggorokan disebabkan oleh radang tenggorokan. Untuk itu mari kita mengenal lebih jauh mengenai radang tenggorokan dan cara mengatasi rasa nyeri dan gatal pada tenggorokan yang ditimbulkannya.
Gejala radang tengorokan yang biasanya dirasakan:
1. Sakit dan gatal pada tenggorokan
2. Demam, sakit kepala
3. Sakit pada otot dan sendi.
4. Tenggorokannya berwarna merah dan meradang
Apa penyebab radang tenggorokan?
• Virus, 80 % sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, dapat menyebabkan demam
• Batuk dan pilek. Dimana batuk dan lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi.
• Virus coxsackie (hand, foot, and mouth disease ).
• Alergi. Alergi dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap).
• Bakteri streptokokus, dipastikan dengan Kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dapat ditemukan gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah – muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel.
Terapi dan pengobatan radang tenggorokan:
Penyebab Terapi dan Pengobatan
Kuman dan Bakteri (strep throat) Diperlukan antibiotik yang harus dikonsumsi secara tuntas dan kontinue selama minimal 5 hari, dengan tujuan membunuh kuman atau bakteri secara tuntas juga untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah terjadinya infeksi lanjutan yang tambah parah.
Virus, Batuk pilek dan Alergi
(sore throat) Tidak diperlukan antibiotik, namun yang diobati adalah gejala yang timbul, misalnya obat penurun panas untuk mengatasi demam dan diberikan obat anastetik untuk mengurangi rasa nyeri pada tenggorokan.
Dapat sembuh tanpa pengobatan + 3 – 7 hari, dan diperlukan istirahat yang cukup.
Kiat mengatasi Sakit Tenggorokan dengan Cepat dan Tepat…
Rasa sakit, kering dan gatal pada Tenggorokan tidak dapat cepat hilang, sehingga dapat mengganggu aktifitas kita sehari – hari. Untuk itu diperlukan penghilang rasa sakit, agar kita dapat tetap beraktifitas dengan baik dan cepat terbebas dari rasa sakit, kering dan gatal pada tenggorokan.
Tips mengatasi sakit pada tenggorokan:
• Istirahat yang cukup,
• hindari rokok dan minuman berakohol
• Hindari makanan yang digoreng dan berminyak
• Minum air putih hangat yang banyak
• Berkumur dengan air-garam hangat
• Sedia selalu Cooling 5 spray terutama bagi Anda yang rentan terhadap iritasi pada tenggorokan
Jerawat
Apakah ”Jerawat” itu ? Jerawat dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi umum / lazim pada kulit yang timbul karena perpaduan minyak berlebih, kotoran dan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori kulit. Bakteri penyebab jerawat akan tumbuh dalam perpaduan ini dan berkembang biak. Jika tetap dibiarkan, pori-pori yang tersumbat akan membengkak dan mengeluarkan nanah.
Klasifikasi jerawat :
Jerawat terbagi menjadi menjadi 4 (empat) tingkatan atau level yaitu ringan, sedang, agak berat dan berat. Tingkatan tersebut ditentukan berdasarkan jumlah jerawat yang ada pada wajah, dada dan punggung, serta ukuran besar kecil jerawat atau kondisi peradangan jerawat. Selain itu, dibawah ini juga termasApakah ”Jerawat” itu ? Jerawat dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi umum / lazim pada kulit yang timbul karena perpaduan minyak berlebih, kotoran dan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori kulit. Bakteri penyebab jerawat akan tumbuh dalam perpaduan ini dan berkembang biak. Jika tetap dibiarkan, pori-pori yang tersumbat akan membengkak dan mengeluarkan nanah.
Klasifikasi jerawat :
Jerawat terbagi menjadi menjadi 4 (empat) tingkatan atau level yaitu ringan, sedang, agak berat dan berat. Tingkatan tersebut ditentukan berdasarkan jumlah jerawat yang ada pada wajah, dada dan punggung, serta ukuran besar kecil jerawat atau kondisi peradangan jerawat. Selain itu, dibawah ini juga termasuk dalam perbedaan jenis jerawat :
- Jerawat pada bayi yang baru lahir (newborn acne) : Jerawat jenis ini menyerang sekitar 20% bayi yang baru lahir dan tergolong jerawat ringan.
- Jerawat pada bayi (infantile acne): Bayi berumur 3 – 6 bulan juga ditumbuhi jerawat, dan akan tumbuh kembali pada saat ia beranjak remaja.
- Jerawat vulgaris (Acne vulgaris) : Jerawat jenis ini adalah yang paling umum terjadi pada remaja dan kaum muda yang beranjak dewasa, sekitar 12 – 24 tahun.
- Jerawat conglobata (cystic acne) : Jerawat jenis ini terjadi pada kaum pria muda, tergolong serius namun jarang terjadi.
Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling memusingkan para remaja, banyak anak muda pada masa remaja karena produksi minyak yang berlebihan mendapat gangguan jerawat.
- Berdasarkan penelitian (Penelitian mengenai sikap konsumen dan konsep rangkaian produk anti jerawat Mentholatum Acnes di wilayah Asia Pasifik pada tahun 2004), di antara masalah kulit remaja, problem jerawat (47%) menduduki peringkat kedua, yang pertama adalah problem kulit berminyak (57%). Di antara mereka terdapat 94% remaja yang mengalami masalah jerawat akan menggunakan produk anti jerawat untuk mengatasi masalah jerawatnya.
- Oleh sebab itulah produk anti jerawat yang aman dan efektif merupakan malaikat penolong bagi problem kulit yang diharap-harapkan oleh para anak muda di masa remajanya. Jadi, apakah kamu masih tidak berdaya menghadapi jerawat diwajahmu yang bikin pusing ?uk dalam perbedaan jenis jerawat :
- Jerawat pada bayi yang baru lahir (newborn acne) : Jerawat jenis ini menyerang sekitar 20% bayi yang baru lahir dan tergolong jerawat ringan.
- Jerawat pada bayi (infantile acne): Bayi berumur 3 – 6 bulan juga ditumbuhi jerawat, dan akan tumbuh kembali pada saat ia beranjak remaja.
- Jerawat vulgaris (Acne vulgaris) : Jerawat jenis ini adalah yang paling umum terjadi pada remaja dan kaum muda yang beranjak dewasa, sekitar 12 – 24 tahun.
- Jerawat conglobata (cystic acne) : Jerawat jenis ini terjadi pada kaum pria muda, tergolong serius namun jarang terjadi.
Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling memusingkan para remaja, banyak anak muda pada masa remaja karena produksi minyak yang berlebihan mendapat gangguan jerawat.
- Berdasarkan penelitian (Penelitian mengenai sikap konsumen dan konsep rangkaian produk anti jerawat Mentholatum Acnes di wilayah Asia Pasifik pada tahun 2004), di antara masalah kulit remaja, problem jerawat (47%) menduduki peringkat kedua, yang pertama adalah problem kulit berminyak (57%). Di antara mereka terdapat 94% remaja yang mengalami masalah jerawat akan menggunakan produk anti jerawat untuk mengatasi masalah jerawatnya.
- Oleh sebab itulah produk anti jerawat yang aman dan efektif merupakan malaikat penolong bagi problem kulit yang diharap-harapkan oleh para anak muda di masa remajanya. Jadi, apakah kamu masih tidak berdaya menghadapi jerawat diwajahmu yang bikin pusing ?
Klasifikasi jerawat :
Jerawat terbagi menjadi menjadi 4 (empat) tingkatan atau level yaitu ringan, sedang, agak berat dan berat. Tingkatan tersebut ditentukan berdasarkan jumlah jerawat yang ada pada wajah, dada dan punggung, serta ukuran besar kecil jerawat atau kondisi peradangan jerawat. Selain itu, dibawah ini juga termasApakah ”Jerawat” itu ? Jerawat dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi umum / lazim pada kulit yang timbul karena perpaduan minyak berlebih, kotoran dan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori kulit. Bakteri penyebab jerawat akan tumbuh dalam perpaduan ini dan berkembang biak. Jika tetap dibiarkan, pori-pori yang tersumbat akan membengkak dan mengeluarkan nanah.
Klasifikasi jerawat :
Jerawat terbagi menjadi menjadi 4 (empat) tingkatan atau level yaitu ringan, sedang, agak berat dan berat. Tingkatan tersebut ditentukan berdasarkan jumlah jerawat yang ada pada wajah, dada dan punggung, serta ukuran besar kecil jerawat atau kondisi peradangan jerawat. Selain itu, dibawah ini juga termasuk dalam perbedaan jenis jerawat :
- Jerawat pada bayi yang baru lahir (newborn acne) : Jerawat jenis ini menyerang sekitar 20% bayi yang baru lahir dan tergolong jerawat ringan.
- Jerawat pada bayi (infantile acne): Bayi berumur 3 – 6 bulan juga ditumbuhi jerawat, dan akan tumbuh kembali pada saat ia beranjak remaja.
- Jerawat vulgaris (Acne vulgaris) : Jerawat jenis ini adalah yang paling umum terjadi pada remaja dan kaum muda yang beranjak dewasa, sekitar 12 – 24 tahun.
- Jerawat conglobata (cystic acne) : Jerawat jenis ini terjadi pada kaum pria muda, tergolong serius namun jarang terjadi.
Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling memusingkan para remaja, banyak anak muda pada masa remaja karena produksi minyak yang berlebihan mendapat gangguan jerawat.
- Berdasarkan penelitian (Penelitian mengenai sikap konsumen dan konsep rangkaian produk anti jerawat Mentholatum Acnes di wilayah Asia Pasifik pada tahun 2004), di antara masalah kulit remaja, problem jerawat (47%) menduduki peringkat kedua, yang pertama adalah problem kulit berminyak (57%). Di antara mereka terdapat 94% remaja yang mengalami masalah jerawat akan menggunakan produk anti jerawat untuk mengatasi masalah jerawatnya.
- Oleh sebab itulah produk anti jerawat yang aman dan efektif merupakan malaikat penolong bagi problem kulit yang diharap-harapkan oleh para anak muda di masa remajanya. Jadi, apakah kamu masih tidak berdaya menghadapi jerawat diwajahmu yang bikin pusing ?uk dalam perbedaan jenis jerawat :
- Jerawat pada bayi yang baru lahir (newborn acne) : Jerawat jenis ini menyerang sekitar 20% bayi yang baru lahir dan tergolong jerawat ringan.
- Jerawat pada bayi (infantile acne): Bayi berumur 3 – 6 bulan juga ditumbuhi jerawat, dan akan tumbuh kembali pada saat ia beranjak remaja.
- Jerawat vulgaris (Acne vulgaris) : Jerawat jenis ini adalah yang paling umum terjadi pada remaja dan kaum muda yang beranjak dewasa, sekitar 12 – 24 tahun.
- Jerawat conglobata (cystic acne) : Jerawat jenis ini terjadi pada kaum pria muda, tergolong serius namun jarang terjadi.
Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling memusingkan para remaja, banyak anak muda pada masa remaja karena produksi minyak yang berlebihan mendapat gangguan jerawat.
- Berdasarkan penelitian (Penelitian mengenai sikap konsumen dan konsep rangkaian produk anti jerawat Mentholatum Acnes di wilayah Asia Pasifik pada tahun 2004), di antara masalah kulit remaja, problem jerawat (47%) menduduki peringkat kedua, yang pertama adalah problem kulit berminyak (57%). Di antara mereka terdapat 94% remaja yang mengalami masalah jerawat akan menggunakan produk anti jerawat untuk mengatasi masalah jerawatnya.
- Oleh sebab itulah produk anti jerawat yang aman dan efektif merupakan malaikat penolong bagi problem kulit yang diharap-harapkan oleh para anak muda di masa remajanya. Jadi, apakah kamu masih tidak berdaya menghadapi jerawat diwajahmu yang bikin pusing ?
Penemu Senyawa Saraf
Sir Henry Hallet Dale, peraih Nobel Kedokteran bersama Otto Loewi tahun 1936 ini berhasil menemukan senyawa yang berperan dalam transmisi saraf (neurotransmitter). Zat transmisi yang disebut acetylcholine ini berfungsi sebagai penyampai pesan kimia dari rangsangan yang diterima ujung saraf.
Selain itu, acetylcholine merupakan senyawa penting dalam mengatur organ-organ tubuh. Perut, hati, kelenjar keringat, pembuluh darah dan kelenjar limpa merupakan sebagian organ yang diaturnya. Kekurangan senyawa kimia ini bisa mengurangi konsentrasi dan daya ingat seseorang. Zat ini juga berperan dalam mengontrol irama otot, dorongan dan emosi.
Berkat stimulus dari acetylcholine ini kemudian otot bisa digerakkan. Pesan yang dibawa acetylcholine kemudian akan diterjemahkan oleh saraf cholinoceptive. Zat nikotin dan musskarin akan menguraikan pesan yang ditangkap saraf ini. Bila zat nikotin yang membaca pesan tersebut maka akan merangsang otot rangka, saraf simpatik dan parasimpatik, sedangkan bila muskarin maka akan merangsang persimpangan antara posganglion dengan saraf parasimpatik dan organ sasarannya.
Sir Henry Hallet Dale lulus dari Fakultas Kedokteran pada 1909 di Universitas Cambridge. Karir penelitiannya diawali sebagai farmakologis di Wellcome Physiological Research Laboratories pada 1904. Sepuluh tahun kemudian, ia bergabung di Medical Research Council dan sejak 1928 sampai dengan 1942 menjabat sebagai direktur di National Institute for Medical Research dana mulai menemukan senyawa acetylcholine tersebut.
Dale juga merupakan orang pertama yang mengidentifikasi senyawa histamine dalam jaraingan hewan dan mempelajari dampak fisiologis histamin termasuk kaitannya dengan alergi dan reaksi anaphylatic. Dale kemudian menjabat sebagai presiden di Royal Society dan ketua dari (selama Perang Dunia II) di Scientific Advisory Committee. Berkat sumbangannya dia dianugerahi gelar Kesatriaan tahun 1932 dan memperoleh Order of Merit tahun 1944.
Ia menikah dengan Ellen Harriet Hallet, sepupu pertamanya tahun 1904. Putri pertamanya, Alison Sarah menikah dengan Lord Todd, pemenang Nobel Kimia 1957. Penulis buku Adventures in Physiology dan An Autumn Gleaning yang lahir 9 Juni 1875 ini akhirnya tutup usia tahun 1968. edy can
Selain itu, acetylcholine merupakan senyawa penting dalam mengatur organ-organ tubuh. Perut, hati, kelenjar keringat, pembuluh darah dan kelenjar limpa merupakan sebagian organ yang diaturnya. Kekurangan senyawa kimia ini bisa mengurangi konsentrasi dan daya ingat seseorang. Zat ini juga berperan dalam mengontrol irama otot, dorongan dan emosi.
Berkat stimulus dari acetylcholine ini kemudian otot bisa digerakkan. Pesan yang dibawa acetylcholine kemudian akan diterjemahkan oleh saraf cholinoceptive. Zat nikotin dan musskarin akan menguraikan pesan yang ditangkap saraf ini. Bila zat nikotin yang membaca pesan tersebut maka akan merangsang otot rangka, saraf simpatik dan parasimpatik, sedangkan bila muskarin maka akan merangsang persimpangan antara posganglion dengan saraf parasimpatik dan organ sasarannya.
Sir Henry Hallet Dale lulus dari Fakultas Kedokteran pada 1909 di Universitas Cambridge. Karir penelitiannya diawali sebagai farmakologis di Wellcome Physiological Research Laboratories pada 1904. Sepuluh tahun kemudian, ia bergabung di Medical Research Council dan sejak 1928 sampai dengan 1942 menjabat sebagai direktur di National Institute for Medical Research dana mulai menemukan senyawa acetylcholine tersebut.
Dale juga merupakan orang pertama yang mengidentifikasi senyawa histamine dalam jaraingan hewan dan mempelajari dampak fisiologis histamin termasuk kaitannya dengan alergi dan reaksi anaphylatic. Dale kemudian menjabat sebagai presiden di Royal Society dan ketua dari (selama Perang Dunia II) di Scientific Advisory Committee. Berkat sumbangannya dia dianugerahi gelar Kesatriaan tahun 1932 dan memperoleh Order of Merit tahun 1944.
Ia menikah dengan Ellen Harriet Hallet, sepupu pertamanya tahun 1904. Putri pertamanya, Alison Sarah menikah dengan Lord Todd, pemenang Nobel Kimia 1957. Penulis buku Adventures in Physiology dan An Autumn Gleaning yang lahir 9 Juni 1875 ini akhirnya tutup usia tahun 1968. edy can
Diabetes Melitus
pManusia perlu makan. Lalu makanan itu dapat terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak. Glukosa adalah unit satuan karbohidrat yang terkecil. Dalam tubuh manusia, glukosa dipergunakan untuk membentuk energi. Jika berlebih maka tugas insulin, suatu enzim dalam tubuh manusia, untuk menyimpan kelebihan gula dalam darah ke bentuk cadangan di hati, otot dan organ lainnya.
Jika proses diatas berlangsung seimbang, maka kelebihan glukosa dalam tubuh manusia tidak akan menimbulkan penyakit. Tapi jika kadar insulin rendah, atau insulin tidak diproduksi maka ini dapat menyebabkan kadar glukosa menumpuk dalam darah atau yang lebih dikenal dengan sakit gula.
Sakit gula, atau yang dalam istilah medis dikenal dengan diabetes melitus, bisa dialami siapa saja, baik yang kurus atau yang gemuk, baik yang muda atau yang tua, baik wanita atau pria. Diabetes melitus (yang selanjutnya disingkat DM), seperti halnya penyakit lain, juga menimbulkan gejala. Gejala tersebut ada yang khas, atau disebut juga gejala klasik, dan gejala yang tidak khas.
Gejala klasik dari DM antara lain berat badan menurun, banyak buang air kecil (poliuria), banyak minum (polidipsi) dan banyak makan (polifagi). Gejala tidak khas dapat berupa kesemutan, gangguan penglihatan, gatal, gangguan ereksi atau keputihan.
Disamping itu, didapatkan juga beberapa faktor yang berpotensi mengakibatkan seseorang menderita DM. Faktor-faktor tersebut dikenal dengan faktor risiko DM, diantaranya:
1. usia > 45 tahun
2. kegemukan
3. hipertensi
4. riwayat keluarga DM
5. riwayat melahirkan bayi dengan BB > 4kg
6. riwayat DM pada saat kehamilan
7. penderita PJK (penyakit jantung koroner), TBC, hipertiroidisme
8. kadar lipid yang tinggi
Berdasarkan patofisiologinya DM terbagi menjadi 2 tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2 (yang selanjutnya akan dibahas lebih banyak). DM tipe 1 diakibatkan kerusakan dari sel-sel penghasil insulin sedang DM tipe 2 dikarenakan resistensi insulin ataupun berkurangnya sekresi insulin. Selain dua kelompok besar DM tadi, dikenal juga DM tipe lain (yaitu akibat obat, akibat infeksi, akibat imunologi dll) serta DM pada saat kehamilan.
***
Jika seseorang memiliki gejala diatas, atau memiliki faktor risiko DM, disarankan untuk memeriksa kadar gula darahnya. Kadar gula darah puasa yang normal adalah <110 style="font-style: italic;">Bagaimana menegakkan diagnosis DM?
Jika seseorang memiliki gejala klasik DM maka gula darah sewaktu ≥200 mg/dl atau gula darah puasa ≥126 mg/dl sekali saja cukup untuk menegakkan diagnosis DM.
Jika keluhan tidak khas, perlu 2 kali pemeriksaan gula darah yang menunjukkan gula darah sewaktu ≥200 mg/dl atau gula darah puasa ≥126 mg/dl.
Lalu apa yang bisa dilakukan jika telah terdiagnosa DM?
Yang harus dilakukan adalah kelola kadar gula darah yang berlebih dalam tubuh kita
Mengapa pengelolaan kadar gula darah harus dilakukan?
Hal ini dilakukan untuk mencegah komplikasi yang mungkin timbul, baik itu komplikasi akut ataupun komplikasi menahun.
Komplikasi akut antara lain :
Hipoglikemi
Gejala hipoglikemia:
* Lapar, mual, tekanan darah turun
* Lemah, lesu, sulit bicara
* Keringat dingin
* Tidak sadar dengan atau tanpa kejang
Komplikasi akut lainnya adalah terjadinya penurunan kesadaran yang tiba-tiba (pingsan) atau yang dalam istilah medis dikenal dengan keadaan koma diabetikum.
Sedangkan komplikasi menahun dapat mengenai mata (retinopati diabetikum), ginjal (gagal ginjal), persarafan (neuropati), pencernaan (diare, konstipasi), saluran kemih (disfungsi seksual), jantung(gagal jantung) dan ekstrimitas (ulkus)
Kapan pengelolaan kadar gula darah harus dilakukan?
Sedini mungkin, setelah terdiagnosa sebagai penderita DM
Bagaimana pengelolaan kadar gula darah yang baik?
Hal ini dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Perencanaan makan
Makan dianjurkan seimbang dengan komposisi energi dari karbohidrat 60-70%, protein 10-15%, lemak 20-25%.
Prinsip perencanaan makanan
* Tidak ada makanan yang dilarang, hanya dibatasi sesuai kebutuhan (tidak berlebih).
* Menu sama dengan menu keluarga, gula dalam bumbu tidak dilarang.
* Serta teratur dalam jadwal, jumlah dan jenis makanan (3J)
Prinsip pembagian porsi makanan sehari-hari
* Disesuaikan dengan kebiasaan makan dan diusahakan porsi tersebar sepanjang hari.
* Disarankan porsi terbagi (3 besar dan 3 kecil):
1. makan pagi –makan selingan pagi
2. makan siang –makan selingan siang
3. makan malam-makan selingan malam
(hal ini untuk mencegah terjadinya hipoglikemia terutama bagi yang menggunakan insulin kerja panjang)
2. Latihan jasmani
Manfaat latihan jasmani:
* Menurunkan kadar gula darah (dengan mengurangi resistensi insulin, meningkatkan sensivitas insulin)
* Menurunkan berat badan
* Mencegah kegemukan
* Mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi
Olaharaga yang bisa dilakukan diantaranya jogging, berlari, renang, bersepeda. Latihan yang dilakukan sebaiknya dilakukan berkesinambungan, dipilih yang berirama yaitu otot-otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur, dilakukan selang seling antara gerak cepat dan gerak lambat, misal: jogging diselingi jalan, jalan cepat diselingi jalan lambat
Dan latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dari intensitas ringan sampai sedang hingga mencapai 30-60 menit. Latihan hendakanya dilakukan 3x dalam seminggu
Yang perlu diperhatikan sebelum memulai latihan:
* Kenakan sepatu yang sesuai
* Beri asupan makanan dan cairan yang cukup
* Lakukan peregangan dan pemanasan saat memulai dan mengakhiri selama 5-10 menit
* Hindari berlatih pada suhu terlalu panas/dingin
* Jangan teruskan bila ada gejala hipoglikemia
Strategi menghindari hipoglikemia:
* Periksa glukosa darah sebelum dan sesudah latihan dalam kurn waktu 30 menit untuk Mengetahu gula darah stabil atau tidak
* Latihan sebaiknya dilakukan 1-3 jam setelah makan
3. Menggunakan obat penurun gula darah
Berbagai jenis obat dengan berbagai efek kini dapat kita temui di kalangan masyarakat. Pemakaiannya bertahap mulai dari obat yang diminum hingga penggunaan insulin. Penggunaan insulin biasanya dilakukan oleh penderita DM tipe 1, dimana insulin sama sekali tidak dihasilkan tubuh. Sedangkan pada penderita DM tipe 2, dimana defek terletak pada fungsi insulin bukan pada jumlah insulin, penggunaan insulin biasanya dilakukan setelah efek yang diinginkan tidak dapat dicapai hanya dengan menggunakan obat yang diminum.
Jika proses diatas berlangsung seimbang, maka kelebihan glukosa dalam tubuh manusia tidak akan menimbulkan penyakit. Tapi jika kadar insulin rendah, atau insulin tidak diproduksi maka ini dapat menyebabkan kadar glukosa menumpuk dalam darah atau yang lebih dikenal dengan sakit gula.
Sakit gula, atau yang dalam istilah medis dikenal dengan diabetes melitus, bisa dialami siapa saja, baik yang kurus atau yang gemuk, baik yang muda atau yang tua, baik wanita atau pria. Diabetes melitus (yang selanjutnya disingkat DM), seperti halnya penyakit lain, juga menimbulkan gejala. Gejala tersebut ada yang khas, atau disebut juga gejala klasik, dan gejala yang tidak khas.
Gejala klasik dari DM antara lain berat badan menurun, banyak buang air kecil (poliuria), banyak minum (polidipsi) dan banyak makan (polifagi). Gejala tidak khas dapat berupa kesemutan, gangguan penglihatan, gatal, gangguan ereksi atau keputihan.
Disamping itu, didapatkan juga beberapa faktor yang berpotensi mengakibatkan seseorang menderita DM. Faktor-faktor tersebut dikenal dengan faktor risiko DM, diantaranya:
1. usia > 45 tahun
2. kegemukan
3. hipertensi
4. riwayat keluarga DM
5. riwayat melahirkan bayi dengan BB > 4kg
6. riwayat DM pada saat kehamilan
7. penderita PJK (penyakit jantung koroner), TBC, hipertiroidisme
8. kadar lipid yang tinggi
Berdasarkan patofisiologinya DM terbagi menjadi 2 tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2 (yang selanjutnya akan dibahas lebih banyak). DM tipe 1 diakibatkan kerusakan dari sel-sel penghasil insulin sedang DM tipe 2 dikarenakan resistensi insulin ataupun berkurangnya sekresi insulin. Selain dua kelompok besar DM tadi, dikenal juga DM tipe lain (yaitu akibat obat, akibat infeksi, akibat imunologi dll) serta DM pada saat kehamilan.
***
Jika seseorang memiliki gejala diatas, atau memiliki faktor risiko DM, disarankan untuk memeriksa kadar gula darahnya. Kadar gula darah puasa yang normal adalah <110 style="font-style: italic;">Bagaimana menegakkan diagnosis DM?
Jika seseorang memiliki gejala klasik DM maka gula darah sewaktu ≥200 mg/dl atau gula darah puasa ≥126 mg/dl sekali saja cukup untuk menegakkan diagnosis DM.
Jika keluhan tidak khas, perlu 2 kali pemeriksaan gula darah yang menunjukkan gula darah sewaktu ≥200 mg/dl atau gula darah puasa ≥126 mg/dl.
Lalu apa yang bisa dilakukan jika telah terdiagnosa DM?
Yang harus dilakukan adalah kelola kadar gula darah yang berlebih dalam tubuh kita
Mengapa pengelolaan kadar gula darah harus dilakukan?
Hal ini dilakukan untuk mencegah komplikasi yang mungkin timbul, baik itu komplikasi akut ataupun komplikasi menahun.
Komplikasi akut antara lain :
Hipoglikemi
Gejala hipoglikemia:
* Lapar, mual, tekanan darah turun
* Lemah, lesu, sulit bicara
* Keringat dingin
* Tidak sadar dengan atau tanpa kejang
Komplikasi akut lainnya adalah terjadinya penurunan kesadaran yang tiba-tiba (pingsan) atau yang dalam istilah medis dikenal dengan keadaan koma diabetikum.
Sedangkan komplikasi menahun dapat mengenai mata (retinopati diabetikum), ginjal (gagal ginjal), persarafan (neuropati), pencernaan (diare, konstipasi), saluran kemih (disfungsi seksual), jantung(gagal jantung) dan ekstrimitas (ulkus)
Kapan pengelolaan kadar gula darah harus dilakukan?
Sedini mungkin, setelah terdiagnosa sebagai penderita DM
Bagaimana pengelolaan kadar gula darah yang baik?
Hal ini dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Perencanaan makan
Makan dianjurkan seimbang dengan komposisi energi dari karbohidrat 60-70%, protein 10-15%, lemak 20-25%.
Prinsip perencanaan makanan
* Tidak ada makanan yang dilarang, hanya dibatasi sesuai kebutuhan (tidak berlebih).
* Menu sama dengan menu keluarga, gula dalam bumbu tidak dilarang.
* Serta teratur dalam jadwal, jumlah dan jenis makanan (3J)
Prinsip pembagian porsi makanan sehari-hari
* Disesuaikan dengan kebiasaan makan dan diusahakan porsi tersebar sepanjang hari.
* Disarankan porsi terbagi (3 besar dan 3 kecil):
1. makan pagi –makan selingan pagi
2. makan siang –makan selingan siang
3. makan malam-makan selingan malam
(hal ini untuk mencegah terjadinya hipoglikemia terutama bagi yang menggunakan insulin kerja panjang)
2. Latihan jasmani
Manfaat latihan jasmani:
* Menurunkan kadar gula darah (dengan mengurangi resistensi insulin, meningkatkan sensivitas insulin)
* Menurunkan berat badan
* Mencegah kegemukan
* Mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi
Olaharaga yang bisa dilakukan diantaranya jogging, berlari, renang, bersepeda. Latihan yang dilakukan sebaiknya dilakukan berkesinambungan, dipilih yang berirama yaitu otot-otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur, dilakukan selang seling antara gerak cepat dan gerak lambat, misal: jogging diselingi jalan, jalan cepat diselingi jalan lambat
Dan latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dari intensitas ringan sampai sedang hingga mencapai 30-60 menit. Latihan hendakanya dilakukan 3x dalam seminggu
Yang perlu diperhatikan sebelum memulai latihan:
* Kenakan sepatu yang sesuai
* Beri asupan makanan dan cairan yang cukup
* Lakukan peregangan dan pemanasan saat memulai dan mengakhiri selama 5-10 menit
* Hindari berlatih pada suhu terlalu panas/dingin
* Jangan teruskan bila ada gejala hipoglikemia
Strategi menghindari hipoglikemia:
* Periksa glukosa darah sebelum dan sesudah latihan dalam kurn waktu 30 menit untuk Mengetahu gula darah stabil atau tidak
* Latihan sebaiknya dilakukan 1-3 jam setelah makan
3. Menggunakan obat penurun gula darah
Berbagai jenis obat dengan berbagai efek kini dapat kita temui di kalangan masyarakat. Pemakaiannya bertahap mulai dari obat yang diminum hingga penggunaan insulin. Penggunaan insulin biasanya dilakukan oleh penderita DM tipe 1, dimana insulin sama sekali tidak dihasilkan tubuh. Sedangkan pada penderita DM tipe 2, dimana defek terletak pada fungsi insulin bukan pada jumlah insulin, penggunaan insulin biasanya dilakukan setelah efek yang diinginkan tidak dapat dicapai hanya dengan menggunakan obat yang diminum.
Langganan:
Postingan (Atom)